Selasa, 26 Januari 2016
Selasa, 19 Januari 2016
Universitas Esa Unggul Melanjutkan Kepeloporan di Bidang Ilmu-ilmu Kesehatan 2016
Setelah menjadi pelopor di bidang Fisioterapi dan Rekam Medis,
Universitas Esa Unggul kembali melanjutkan kepeloporannya di bidang
Ilmu-ilmu Kesehatan. “Kami sedang mengajukan perijinan program studi
baru di bidang kesehatan. Salah satunya adalah Terapi Okupasi dan
Tradisional Komplimenter atau pengobatan Tradisional,” demikian
dinyatakan Rektor Esa Unggul Dr. Ir. Arief Kusuma AP, MBA pada hari ini
(1/7).
Yang masuk dalam Tradisional Komplimentar antara lain adalah Akupuntur, Herbal, Spa, Chiropraktice (terapi manual yang berhubungan dengan struktur dan fungsi tulang belakang), dan Naturopati (pengobatan menggunakan sarana alami seperti makanan, latihan fisik, panas, udara, air, dll).
Pengajuan prodi baru ini adalah guna memenuhi tuntuan Pemerintah No. 103 tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional. Sehingga hal ini kembali menjadikan, “Esa Unggul kembali menjadi pelopor pendidikan tinggi yang menyiapkan menyediakan pelayanan kesehatan tradisional di jenjang S1,” demikian ditegaskan Rektor Esa Unggul.
Sedangkan Terapi Okupasi, yang jenjang pendidikan tingginya juga akan dipelopori oleh Esa Unggul, pada dasarnya merupakan bentuk layanan kesehatann masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik atau mental dengan menggunakan aktivitas bermakna (okupasi). Dalam memberikan pelayanan kepada individu, okupasi terapi memerhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (keterbatasan) yang dimiliki individu pasien dengan memberikan aktivitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna).
“Sebagai langkah awal terkait pendidikan pengobatan tradisional, kami sudah mulai dengan menawarkan kursus akupuntur,” demikian kembali dinyatakan Rektor Esa Unggul
Yang masuk dalam Tradisional Komplimentar antara lain adalah Akupuntur, Herbal, Spa, Chiropraktice (terapi manual yang berhubungan dengan struktur dan fungsi tulang belakang), dan Naturopati (pengobatan menggunakan sarana alami seperti makanan, latihan fisik, panas, udara, air, dll).
Pengajuan prodi baru ini adalah guna memenuhi tuntuan Pemerintah No. 103 tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional. Sehingga hal ini kembali menjadikan, “Esa Unggul kembali menjadi pelopor pendidikan tinggi yang menyiapkan menyediakan pelayanan kesehatan tradisional di jenjang S1,” demikian ditegaskan Rektor Esa Unggul.
Sedangkan Terapi Okupasi, yang jenjang pendidikan tingginya juga akan dipelopori oleh Esa Unggul, pada dasarnya merupakan bentuk layanan kesehatann masyarakat atau pasien yang mengalami gangguan fisik atau mental dengan menggunakan aktivitas bermakna (okupasi). Dalam memberikan pelayanan kepada individu, okupasi terapi memerhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (keterbatasan) yang dimiliki individu pasien dengan memberikan aktivitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna).
“Sebagai langkah awal terkait pendidikan pengobatan tradisional, kami sudah mulai dengan menawarkan kursus akupuntur,” demikian kembali dinyatakan Rektor Esa Unggul
Rabu, 07 Oktober 2015
Sistem Peredaran Darah
Sistem Peredaran Darah
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM / TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
- Mampu mengetahui dan memahami morfologi sistem peredaran darah
- Mampu memahami dan mengenal nama bagian-bagian dari sistem peredaran darah
- Mampu mengetahui dan memahami topografi sistem peredaran darah
- Mampu mengetahui dan memahami fisiologi sistem peredaran darah
SISTEM PEREDARAN DARAH
- Sistem peredaran darah terdiri dari : jantung, pembuluh darah dan limfe
- Jantung : Sebagai Pompa (± 300 gr)
- Arteri : membawa darah dari jantung.
- Vena : membawa darah ke jantung.
- Kapiler : menggabungkan arteri & Vena, jg mrpkn lalu lintas antara makanan & buangan, jg tempat pertukaran gas.
- Saluran Limfe : Membersihkan jaringan (mengembalikan cairan & Protein dari jaringan ke dlm sirkulasi darah
SIRKULASI DARAH- Perdaran darah Besar (Sirkulasi Sistemik : Aliran darah dr Ventr Ki via Arteri, ke Arteriola & Kalpiler, kembali ke Atrium Ka via Vena.
- Peredaran darah kecil (Sirkulasi Pulmonal) : Aliran drh dr Ventr Ka, via Paru-paru menuju ke Atrium KI.
SIRKULASI DARAH TUBUH
# SIRKULASI DARAH KORONER
Darah masuk ke A.Coronaria RCA dan LCA pada fase Diastolis kemudian kembali melalui vena Thebesian ke Jantung kanan
# SIRKULASI DARAH PENDEK
- Atrium kanan – Ventrikel kanan – A.Pulmonalis - Paru
- Paru – V.Pulmonalis - Atrium kiri – Ventrikel kiri
# SIRKULASI DARAH BESAR
- Ventrikel kiri – Aorta – A.Carotis dan A.Vertebralis –Sirkulus Willisi – Otak
- Otak – V.Carotis dan V.Vertebralis – V.Jugularis – V.Cava Superior - Atrium kanan
- Aorta – A.Brachialis Dextra Sinistra – Extremitas atas – dan system
- vena – V.Brachialis – Atrium kanan
- Aorta – A.Mesenterica – Organ Usus / Gastrointestinal – V.Hepatica dan V.Mesenterica – Vena Cava inferior – Atrium kanan
- Aorta - A.Renalis – Ginjal – V.Renalis – V.Cava inferior – Atrium kanan
- Aorta – A.Iliaca Superior – Extremitas bawah – V.Iliaca – V.Cava inferior – Atrium kanan.
DARAH
Susunan :
- Air 91 %
- Protein 8 %
- Mineral
Sel Darah Putih : perlindungan tbh thd mikroorganisme, penyembuhan luka, dll.
Hb : protein yang kaya zat besi.
pH darah normal = 7, <7 = Asam, > 7 = Basa
FUNGSI DARAH
- Sbg Transportasi zat-zat yg dibutuhkan.
- Eritrosit : mengantar Oksigen ke jar. & menyingkirkan Co2
- Sel darah putih : melindungi dr Bakteri
- Plasma : membagi protein untuk pembentukan jar, membuang sisa2.
- Pendistribuasian enzim2 ke organ-organ.
LIMFE
- Susunan : mirip dg plasma, protein lbh kecil.
- Fungsi : berhub dg sistem sirkulasi darah, mengembalikan cairan yg tertinggal di jar ke dlm sirkulasi darah, membawa lemak yg sdh dilebur ke sirk darah, meghancurkan mikro organisme, membentuk zat antibodi jika ada infeksi
ANATOMI ORGAN JANTUNG
- Embryologi
- Otot Jantung
- Rongga Jantung
- Katub Jantung
- Pembuluh darah
- Persyarafan
- Konduksi listrik
EMBRYOLOGI ORGAN JANTUNG
- Waktu pembentukan organ Jantung : Antara minggu ke 2 – 6 dari usia kehamilan
- Asal organ Jantung : Primitive Vascular Tube [PVT]
- Pengembangan PVT
- Sinus Venosus
- Cardiac loop
- Arcus Aorta dan Branchialis
JENIS OTOT TUBUH
- Otot Lurik: kerja dibawah kehendak
- Otot rangka
- Otot kulit
- Otot lingkar
- Otot Polos: kerja tidak dibawah pengaruh kehendak
- Otot Jantung: merupakan gabungan antara otot polos dan otot lurik dan bekerja dibawah sadar
ANATOMI ORGAN JANTUNG
Ruang organ Jantung:
- Ventrikel kanan [RV] dan Ventrikel kiri [LV]
- Atrium kanan [RA] dan Atrium kiri [LA]
- Katub Mitral [MV]
- Katub Aorta [Ao]
- Katub Tricuspidal [TV]
- Katub Pulmonal [PV]
Vena = Pembuluh darah yang mengalirkan darah dari tubuh menuju organ jantung
Pembuluh darah Koroner
STRUKTUR ORGAN JANTUNG
- Pericardium : Jaringan pembungkus organ jantung yang berbentuk kantung
- Epicardium: Lapisan terluar dari otot jantung
- Antara Pericardium dan Epicardium terdapat cairan pelumas
- Myocardium : Jaringan otot jantung yang tebal karena berfungsi untuk memompakan darah
- Endocardium : Lapisan yang letaknya disebelah dalam yang merupakan lapisan permukaan dari ruang-rongga jantung yang berisi serat elastis [elastic fibers], serat otot polos, pembuluh-pembuluh darah dan syaraf.
ANATOMI ORGAN JANTUNG
JANTUNG
Struktur :
- Bersekat dua : Ki & Ka (Sesdh lahir tdk hub antara satu dg lainnya)
- Setiap belahan terbagi dlm dua ruang atas (Atrium) & bawah (Ventrikel).
- Atrium Ka & Ventrikel Ka dihubkan oleh : Katup Trikuspidalis dan yg Ki oleh katup Bikuspidalis.
- Aliran darah dr Atr ke Ventr : hanya satu arah (darah tdk bisa kembali ke atrium).
- Jantung tersusun oleh otot yg khusus & dibungkus oleh membran yi : Perikardium.
- Dinding Ventrikel lebih tebal dr Atrium.
- Dinding Ventrikel kiri lebih tebal dibanding yang kanan (Kekuatan kontraksinya lebih lebih besar)
PEMBULUH DARAH PADA JANTUNG
- Vena Cafa Sup & Inf : menuangkan darah ke atrium kanan.
- Arteri Pulmonaris : membawa darah keluar dari Ventrikel kanan.
- 4 Vena Pulmonaris : membawa darah dari paru-paru ke atrium kiri.
- Aorta : membawa darah keluar dari ventrikel kiri.
- Lubang dari Aorta dan dari Arteri Pulmonaris, dijaga oleh katub semilunaris.
- Katub antara ventrikel kiri dan aorta : Katub Aortik
- Katub antara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis : Katub Pulmonaris.
- Semua katup berfungsi untuk membuat aliran menjadi satu arah.
PENYALURAN DARAH DAN SYARAF KE JANTUNG
- Arteri Koronaria Ka & Ki yg pertama meninggalkan Aorta lalu bercabang menjadi arteri2 kecil.
- Arteri ini mengitari jantung dan mengalirkan darah ke semua organ jantung.
- Darah yang kembali dari jantung dikumpul oleh Sinus Koronaria dan langsung kembali ke Atrium kanan.
- Persyarafan : Rangsangan pada jantung diantar oleh saraf Vagus dan Simpatik.
- Cabang dari saraf ini berjalan ke Nodus Sinus- Atrial
- Gerakan jantung menjadi diperlambat/terhambat akibat pengaruh dari Vagus (Secara Normal memang harus lambat)
- Jika Vagus ditiadakan akibat berlari cepat misalnya maka debaran jantung menjadi lebih cepat
SIKLUS JANTUNG
- Semua proses dalam jantung merpkn sebuah siklus.
- Awal gerakan Jantung dr SA-Node shg atrium berkontraksi serentak (sistole & diastole), selanjutnya gelombang ini merambat ke berkas HIS sehingga ventrikel berkontraksi.
- Otot jantung mendapat istirahat pada saat diastole ventrikuler.
- Kontraksi Ventr kiri lebih kuat dibanding Ka (hrs mendorong darah ke seluruh tbh), sdg Ventr kanan hanya mendorong disekitar paru-paru saja.
- Denyut arteri : denyut akibat dorongan darah via. Ventrikel
- Denyut jantung : sangat individual.
LETAK JANTUNG PADA RONGGA THORAX
CARA KERJA JANTUNG
- Pengisian pasif Atrium kanan pada fase diastolik dari v.Cava superior & inferior
- Darah dialirkan dari Atrium kanan ke Ventrikel kanan
- Katub atrioventrikuler menutup pada fase sistolik
- Darah dipompa dari Ventrikel kanan ke dalam Paru melalui A.Pulmonalis
- Fase diastolis darah dari Paru masuk ke Atrium kiri
- Ventrikel kiri pasif diisi darah dari Atrium kiri
- Katub Atrioventrikuler (Mitral) menutup
- Ventrikel kiri berkontraksi lalu darah dipompakan keseluruh tubuh melalui pembuluh Aorta
FOTO RONTGEN THORAX DAN LETAK JANTUNG
KATUB JANTUNG
Katub Pulmonal dan Katub Aorta : Mempunyai struktur yang hampir sama yaitu mempunyai 3 lembar daun katub
Katub Mitral dan Katub Tricuspidal : Katub Mitral mempunyai 2 lembar daun katub dan katub Tricuspidal mempunyai 3 lembar daun katub
PEMBULUH DARAH KORONER
- Right Coroner Artery (RCA)
- Sino Atrial branch (SA branch)
- Right Ventricle branch (RV branch)
- Acute Marginalis branch
- Right Descendens posterior
- Atrio Ventricular Nodale branch (AV Nodale branch)
- Left Coroner Artery (LCA)
- Left Anterior Descendens (LAD)
- Septale branch
- Diagonal 1 branch
- Diagonal 2 branch
- nLeft Circumflexa (LCX)
- Sino Atrial branch
- Margo Obtusus branch
- Postero lateral branch
- Left Descendens posterior branch
ANATOMI ORGAN JANTUNG POTONGAN MEMANJANG
MUSCULUS PAPILLARIS
APICAL FOUR CHAMBER VIEW
INERVASI JANTUNG
- Para-symphatis
- N.Vagus mensyarafi Simpul SA di Atrium kanan dan simpul AV di basis septal antara Atrium kanan dan Atrium kiri
- Perangsangan Parasymphatis mengeluarkan Acetylcholine bersifat memperlambat kontraksi otot jantung
- Symphatis
- Berasal dari N.Paravertebralis mensyarafi sebagain besar otot jantung ventrikel
- Perangsangan Symphatis mengeluarkan nor-ephinephrine bersifat mempercepat kontraksi otot jantung
- Syaraf mempengaruhi daya pompa Jantung
- Mengubah frekwensi detak jantung
- Mengubah kekuatan kontraksi otot jantung
PERSYARAFAN JANTUNG
- Parasymphatis
- N.Vagus
- Symphatis
- N.Paravertebralis
SISTEM KONDUKSI
- Saluran penghantar berada didalam Miokardium yg menjaga rangsangan yang sejalan dan terpadu dari kontraksi otot Jantung
- Jaringan penghantar mempunyai sifat:
- Otomatisasi: impuls yang spontan
- Ritmisitasi: impuls yang teratur
- Daya konduksi: kemampuan menyalurkan impuls
- Daya rangsang: Kemampuan menanggapi stimulasi
- Sehingga demikian otot2 jantung akan berkontraksi.
Jumat, 02 Oktober 2015
Sistem Saraf
SISTEM SARAF
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM / TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
- Mampu mengetahui dan memahami pembagian saraf manusia
- Mampu mengetahui dan memahami bagian-bagian dari sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi
- Mampu mengetahui dan memahami 12 pasang nervus cranialis beserta fungsinya
- Mampu mengetahui dan memahami 31 pasang nervus spinalis beserta pleksus-pleksusnya PEMBAGIAN SISTEM SARAF
- SISTEM SARAF PUSAT
- SISTEM SARAF TEPI / PERIFER
- SISTEM SARAF TEPI / PERIFER SISTEM SARAF PUSAT
- OTAK
- Otak Besar (Cerebrum)
- Otak Kecil (Cerebellum)
- Batang Otak (Mid Brain)
MEDULA SPINALIS ( SUM-SUM TULANG BELAKANG ) SISTEM SARAF PERIFER
- Dienchepalon
- Mesenchepalon
- PONS
- Medula Oblongata
- Saraf somatic (sensoris, motorik)-->Pengatur otot sadar
- 12 nervus cranialis
- 31 ps nrevus spinalis
- susunan saraf otonom --> pengatur otot tak sadar spt jantung, hati, jalan pencernaan dll
- Saraf simpatis
- Saraf parasimpatis
SISTEM SARAF SOMATIS
12 Nervus Cranialis I. Nervi Olfactorius
II. Nervus Opticus
III. Nervus Occulumotorius
IV. Nervus Trochlearis
V. Nervus Trigeminus
VI. Nervus Abduscens
VII. Nervus Fascialis
VIII. Nervus Vestibulocochlearis
IX. Nervus Glosopharygeus
X. Nervus Vagus
XI. Nervus Assecoris
XII. Nervus Hypoglosus
Nervi Spinal
8 pasang Nervi Cervicalis
12 Pasang Nervi Thoracalis
5 Pasang Nervi Lumbale
5 pasang Nervi Sacralis
1 pasang Nervus Coccygeus
PLEKSUS
Pleksus à jaringan yang disusun oleh beberapa level saraf spinalis
- Pleksus cervicalis à C 1 – C 4
- Pleksus Brachialis à C 4 – Th 1
- Pleksus Lumbosacralis à L 1 – S 4
Sumber Weblog Esa Unggul
Tubuh Manusia
Tubuh Manusia
SEL
- Merupakan unit dasar dari MH
- Tdd : dinding, protoplasma, inti, dan komponen lainnya.
- Terjadi proses yang sangat kompleks di dlmnya.
- Dlm inti sel terdapat DNA
- Terjadi komunikasi antar sel
- Dapat membelah diri
JARINGAN
Merupakan sekumpulan sel-sel yang serupa dalam bentuk, ukuran, dan fungsinya yg terikat menjadi satu.
Macam- Macam Jaringan :
- Jaringan Penutup (epitel & endotel)
- Jaringan Penunjang (Jar ikat, rawan, & tulang)
- Jaringan Otot
- Jaringan Syaraf
- Jaringan Cairan
ORGAN
Sekumpulan bermacam jaringan yg menjadi satu dan mempunyai fungsi khusus.
Misalnya :
- Jantung : Peredaran Darah
- Paru-Paru : Proses Pernafasan
- Hati : Proses Metabolisme
- Dll
SISTEM KERANGKA & OTOT
- Kerangka : Susunan berbagai tulang yang saling berhubungan
- Otot : organ yang memungkinkan tubuh manusia dapat bergerak, pemeliharaan tbh, penghasil panas.
- Jenis Otot :
- Otot Kerangka (Skelet), tdd : FTF & STF
- Otot Polos
- Otot Jantung
- Dalam bekerja :
- Otot Antagonis (ex : Fleksor adlh antagonis dr Ekstensor
- Otot Sinergis (ex : kerja otot bersamaan dalam melakukan suatu gerakan)
- Kontraksi Otot : terjadi akibat adanya rangsangan, baik rangsang listrik, mekanik, thermis, kimia & listrik. Kerjanya atas perintah dari syaraf motorik
TUBUH MANUSIA
JARINGAN OTOT SKELET
- Otot rangka melekat pada tulang/fascia melalui tendon.
- Otot tipe I (tonic) tipe II phasic.
- Terbungkus oleh jar ikat.
- Sebagai Stabilisator aktif dan pennggerak sendi.
- Terdapat serabut saraf motoris dan sensosis, capilair.
SUSUNAN KIMIAWI OTOT
- Jaringan otot tdd : 20 % protein, 75 % air, dan 5 % Mineral.
- Zat penting lainnya :
- FATP
- FPC
- FGlycogen
- FActin
- FMyosin
- FMyoglobin, etc
KONTRAKSI OTOT
(Terjadinya Pemendekan Otot)
Ada 3 fase dalam kontraksi :
- Fase Laten : fase diantara saat rangsang sampai otot mulai mengkerut.
- Fase Kontraksi : fase dimana otot melakukan kerut.
- Fase Relaksasi : kembalinya otot setelah mengkerut ke bentuk semula.
- Isotonik : kontraksi dg tegangan yg sama dan panjang otot berubah-ubah. Ex. Berjalan, mengangkat benda yg bisa terangkat.
- Isometrik : kontraksi dengan bentuk otot tetap dan tegangan otot berubah-ubah. Ex. Mendorong tembok, aksi binaragawan.
- Isokinetik : kontraksi dengan kecepatan gerak sendi relatif sama. Ex. Menekan benda yg memakai “Shock Adsorber” spt pintu yang memakai alat peredam.
PROSES KONTRAKSI
- Otot berkontraksi butuh energi (menyebabkan Actin & Myosin dlm myofibril mendekat, sehinga serabut otot memendek)
- Energi diambil dari pemecahan ATP
- Membentuk ATP kembali melalui resintesa ADP + P dan energi utk sintesa ini melalui pemecahan PC
- Untuk membentuk PC kembali, melalui pemecahan glycogen
- Untuk pembentukan Glycogen kembali energinya diambil dari proses oksidasi Asam Laktat menjadi CO2 + H2O + Panas.
- Proses dengan Oksigen : Aerobik
- Proses Tanpa Oksigen : Anaerobik
- Setiap kontraksi otot terjadi Asam laktat.
- Makin > intensitas kerja : As Laktat makin >.
- Tingginya As Laktat : Cairan Tubuh Asam
- Asamnya Cairan Tubuh Reaksi kimia tubuh macet.
- Akhirnya terjadi kelelahan.
- Solusinya : Oksigen dan istirahat.
Rabu, 27 Mei 2015
Kunjungan Kerjasama Fakultas Fisioterapi Dengan Saint Louis College, Bangkok
Dalam rangka kunjungan kerjasama di
bidang pendidikan antara Fakultas Fisioterapi Universitas Esa Unggul
dengan Saint Louis College, Bangkok pada tanggal 27 Mei 2015 lalu,
delegasi dari perguruan tinggi tersebut berkunjung ke Universitas Esa
Unggul bertemu dengan Rektor UEU – Dr. Ir. Arief Kusuma AP, MBA dan
jajaran pejabat Fakultas Fisioterapi UEU. Perwakilan yang dari perguruan
tinggi di Thailand tersebut antara lain Asst.Prof.Pakavalee Poomsu-tat,
Ph.D. Dean Faculty of Physical Therapy, Saint Louis College, Bangkok
dan didampingi oleh Dr. AJ. Mantana, Ph.D, Mahidol University, Bangkok
yang sebelumnya sudah melakukan kerjasama sejak tahun 2013 lalu dengan
Fakultas Fisioterapi. Diharapkan ke depan kerjasama yang terjalin
semakin baik dalam meningkatkan mutu dan kempetensi pendidikan di bidang
Fisioterapi dan Kesehatan.
Senin, 19 Januari 2015
Selamat! Mahasiswa Fisioterapi Universitas Esa Unggul Juara 1 Olimpiade Nasional Geriatric Dementia, Kompetisi Olimpiade Nasional Fisiotival 2015
Selamat kepada Tim Mahasiswa Fisioterapi Universitas Esa Unggul Juara 1 Olimpiade Nasional Geriatric Dementia
pada 4 April 2015 lalu yang diadakan di Universitas Muhammdiyah
Surakarta, Solo. Prestasi yang sangat luar biasa membanggakan dan untuk
Dosen pembinanya yang juga luar biasa. Selamat atas keberhasilannya
meraih Juara 1 dalam Kompetisi Olimpiade Nasional Fisiotival 2015.
Mahasiswa Fisioterapi yang berhasil memenangkan kompetisi ini adalah
Ratih Tiarasani, Devi Siswani, dan Orisa Elfath. UEU berhasil meraih
Juara 1 yang mampu mengalahkan 13 Tim dari 7 Universitas di Indonesia.
Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran dengan fokus
pada penuaan dini dan tatalaksana penyakit terkait usia lanjut. Proses
menua mengakibatkan penurunan fungsi sistem organ seperti sistem
sensorik, saraf pusat, pencernaan, kardiovaskular, dan sistem respirasi.
Selain itu terjadi pula perubahan komposisi tubuh, yaitu penurunan
massa otot, peningkatan massa dan sentralisasi lemak, serta peningkatan
lemak intramuscular. Masalah yang sering dijumpai pada pasien geriatri
adalah sindrom geriatri yang meliputi: imobilisasi, instabilitas,
inkontinensia, insomnia, depresi, infeksi, defisiensi imun, gangguan
pendengaran dan penglihatan, gangguan intelektual, kolon irritable,
impecunity, dan impotensi. Dimasa yang akan datang diperlukan tempat
rawat jalan terpadu dan perawatan kasus akut geriatri dirumah sakit di
seluruh Indonesia. Program lainnya adalah nutrisi usia lanjut, tempat
istirahat sementara, layanan psiko-geriatri dan dementia care, dukungan
care giver, pencegahan penyakit kronis dan konseling, serta menyiapkan
moda transportasi yang sesuai. Demensia merupakan suatu
keruntuhan kemampuan intelektual yang progresif setelah mencapai
pertumbuhan dan perkembangan tertinggi. Definisi lainnya mengatakan
bahwa demensia merupakan suatu sindroma penurunan progresif kemampuan
intelegensia yang menyebabkan kemunduran kognisi meliputi daya ingat dan
pikir serta fungsional, sehingga mengakibatkan gangguan fungsi sosial,
pekerjaan dan aktivitas harian. Kejadian demensia bisa terjadi pada
setiap usia, namun lebih sering pada usia lanjut yakni diatas 60 tahun.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)






















