Rabu, 07 Oktober 2015

Sistem Peredaran Darah

Sistem Peredaran Darah


TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM / TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

  • Mampu mengetahui dan memahami morfologi sistem peredaran darah
  • Mampu memahami dan mengenal nama bagian-bagian dari sistem peredaran darah
  • Mampu mengetahui dan memahami topografi sistem peredaran darah
  • Mampu mengetahui dan memahami fisiologi sistem peredaran darah

SISTEM PEREDARAN DARAH
  • Sistem peredaran darah terdiri dari : jantung, pembuluh darah dan limfe
  • Jantung : Sebagai Pompa (± 300 gr)
  • Arteri : membawa darah dari jantung.
  • Vena : membawa darah ke jantung.
  • Kapiler : menggabungkan arteri & Vena, jg mrpkn lalu lintas antara makanan & buangan, jg tempat pertukaran gas.
  • Saluran Limfe : Membersihkan jaringan (mengembalikan cairan & Protein dari jaringan ke dlm sirkulasi darah 
Sirkulasi DarahSIRKULASI DARAH
  • Perdaran darah Besar (Sirkulasi Sistemik : Aliran darah dr Ventr Ki via Arteri, ke Arteriola & Kalpiler, kembali ke Atrium Ka via Vena.
  • Peredaran darah kecil (Sirkulasi Pulmonal) : Aliran drh dr Ventr Ka, via Paru-paru menuju ke Atrium KI. 











SIRKULASI DARAH TUBUH
# SIRKULASI DARAH KORONER 

Darah masuk ke A.Coronaria RCA dan LCA pada fase Diastolis kemudian kembali melalui vena Thebesian ke Jantung kanan
# SIRKULASI DARAH PENDEK 
  • Atrium kanan – Ventrikel kanan – A.Pulmonalis - Paru
  • Paru – V.Pulmonalis - Atrium kiri – Ventrikel kiri
Sirkulasi ini normal ditempuh dalam tempo 15 detik
 

# SIRKULASI DARAH BESAR 
  • Ventrikel kiri – Aorta – A.Carotis dan A.Vertebralis –Sirkulus Willisi – Otak
  • Otak – V.Carotis dan V.Vertebralis – V.Jugularis – V.Cava Superior - Atrium kanan
  • Aorta – A.Brachialis Dextra Sinistra – Extremitas atas – dan system
  • vena – V.Brachialis – Atrium kanan
  • Aorta – A.Mesenterica – Organ Usus / Gastrointestinal – V.Hepatica dan V.Mesenterica – Vena Cava inferior – Atrium kanan
  • Aorta - A.Renalis – Ginjal – V.Renalis – V.Cava inferior – Atrium kanan
  • Aorta – A.Iliaca Superior – Extremitas bawah – V.Iliaca – V.Cava inferior – Atrium kanan. 
Sirkuliasi Darah Besar


DARAH
Susunan : 

  • Air 91 %
  • Protein 8 %
  • Mineral
Eritrosit (Sel dr Merah) : Banyak Hb  
Sel Darah Putih : perlindungan tbh thd mikroorganisme, penyembuhan luka, dll.
Hb : protein yang kaya zat besi.
pH darah normal = 7, <7 = Asam, > 7 = Basa 


FUNGSI DARAH
  • Sbg Transportasi zat-zat yg dibutuhkan.
  • Eritrosit : mengantar Oksigen ke jar. & menyingkirkan Co2
  • Sel darah putih : melindungi dr Bakteri
  • Plasma : membagi protein untuk pembentukan jar, membuang sisa2.
  • Pendistribuasian enzim2 ke organ-organ. 

LIMFE
  • Susunan : mirip dg plasma, protein lbh kecil.
  • Fungsi : berhub dg sistem sirkulasi darah, mengembalikan cairan yg tertinggal di jar ke dlm sirkulasi darah, membawa lemak yg sdh dilebur ke sirk darah, meghancurkan mikro organisme, membentuk zat antibodi jika ada infeksi

ANATOMI ORGAN JANTUNG
  • Embryologi
  • Otot Jantung
  • Rongga Jantung
  • Katub Jantung
  • Pembuluh darah
  • Persyarafan
  • Konduksi listrik 

EMBRYOLOGI ORGAN JANTUNG
  • Waktu pembentukan organ Jantung : Antara minggu ke 2 – 6 dari usia kehamilan
  • Asal organ Jantung : Primitive Vascular Tube [PVT]
  • Pengembangan PVT
  • Sinus Venosus
  • Cardiac loop
  • Arcus Aorta dan Branchialis

JENIS OTOT TUBUH
  • Otot Lurik: kerja dibawah kehendak
  • Otot rangka
  • Otot kulit
  • Otot lingkar
  • Otot Polos: kerja tidak dibawah pengaruh kehendak
  • Otot Jantung: merupakan gabungan antara otot polos dan otot lurik dan bekerja dibawah sadar 

ANATOMI ORGAN JANTUNG
Ruang organ Jantung: 
  • Ventrikel kanan [RV] dan Ventrikel kiri [LV]
  • Atrium kanan [RA] dan Atrium kiri [LA]
Katub Jantung:
  • Katub Mitral [MV]
  • Katub Aorta [Ao]
  • Katub Tricuspidal [TV]
  • Katub Pulmonal [PV]
Aorta = Pembuluh darah besar yang mengalirkan darah keluar dari organ Jantung
Vena = Pembuluh darah yang mengalirkan darah dari tubuh menuju organ jantung
Pembuluh darah Koroner 


STRUKTUR ORGAN JANTUNG
  • Pericardium : Jaringan pembungkus organ jantung yang berbentuk kantung
  • Epicardium: Lapisan terluar dari otot jantung
  • Antara Pericardium dan Epicardium terdapat cairan pelumas
  • Myocardium : Jaringan otot jantung yang tebal karena berfungsi untuk memompakan darah
  • Endocardium : Lapisan yang letaknya disebelah dalam yang merupakan lapisan permukaan dari ruang-rongga jantung yang berisi serat elastis [elastic fibers], serat otot polos, pembuluh-pembuluh darah dan syaraf.

ANATOMI ORGAN JANTUNG
 

Anatomi Organ Jantung


JANTUNG
Struktur :

  • Bersekat dua : Ki & Ka (Sesdh lahir tdk hub antara satu dg lainnya)
  • Setiap belahan terbagi dlm dua ruang atas (Atrium) & bawah (Ventrikel).
  • Atrium Ka & Ventrikel Ka dihubkan oleh : Katup Trikuspidalis dan yg Ki oleh katup Bikuspidalis.
  • Aliran darah dr Atr ke Ventr : hanya satu arah (darah tdk bisa kembali ke atrium).
  • Jantung tersusun oleh otot yg khusus & dibungkus oleh membran yi : Perikardium.
  • Dinding Ventrikel lebih tebal dr Atrium.
  • Dinding Ventrikel kiri lebih tebal dibanding yang kanan (Kekuatan kontraksinya lebih lebih besar)

PEMBULUH DARAH PADA JANTUNG
  • Vena Cafa Sup & Inf : menuangkan darah ke atrium kanan.
  • Arteri Pulmonaris : membawa darah keluar dari Ventrikel kanan.
  • 4 Vena Pulmonaris : membawa darah dari paru-paru ke atrium kiri.
  • Aorta : membawa darah keluar dari ventrikel kiri.
  • Lubang dari Aorta dan dari Arteri Pulmonaris, dijaga oleh katub semilunaris.
  • Katub antara ventrikel kiri dan aorta : Katub Aortik
  • Katub antara ventrikel kanan dan arteri pulmonalis : Katub Pulmonaris.
  • Semua katup berfungsi untuk membuat aliran menjadi satu arah.

PENYALURAN DARAH DAN SYARAF KE JANTUNG
  • Arteri Koronaria Ka & Ki yg pertama meninggalkan Aorta lalu bercabang menjadi arteri2 kecil.
  • Arteri ini mengitari jantung dan mengalirkan darah ke semua organ jantung.
  • Darah yang kembali dari jantung dikumpul oleh Sinus Koronaria dan langsung kembali ke Atrium kanan.
  • Persyarafan : Rangsangan pada jantung diantar oleh saraf Vagus dan Simpatik.
  • Cabang dari saraf ini berjalan ke Nodus Sinus- Atrial
  • Gerakan jantung menjadi diperlambat/terhambat akibat pengaruh dari Vagus (Secara Normal memang harus lambat)
  • Jika Vagus ditiadakan akibat berlari cepat misalnya maka debaran jantung menjadi lebih cepat

SIKLUS JANTUNG
  • Semua proses dalam jantung merpkn sebuah siklus.
  • Awal gerakan Jantung dr SA-Node shg atrium berkontraksi serentak (sistole & diastole), selanjutnya gelombang ini merambat ke berkas HIS sehingga ventrikel berkontraksi.
  • Otot jantung mendapat istirahat pada saat diastole ventrikuler. 
  • Kontraksi Ventr kiri lebih kuat dibanding Ka (hrs mendorong darah ke seluruh tbh), sdg Ventr kanan hanya mendorong disekitar paru-paru saja.
  • Denyut arteri : denyut akibat dorongan darah via. Ventrikel 
  • Denyut jantung : sangat individual. 

LETAK JANTUNG PADA RONGGA THORAX

Letak Jantung

CARA KERJA JANTUNG
  • Pengisian pasif Atrium kanan pada fase diastolik dari v.Cava superior & inferior
  • Darah dialirkan dari Atrium kanan ke Ventrikel kanan
  • Katub atrioventrikuler menutup pada fase sistolik
  • Darah dipompa dari Ventrikel kanan ke dalam Paru melalui A.Pulmonalis
  • Fase diastolis darah dari Paru masuk ke Atrium kiri
  • Ventrikel kiri pasif diisi darah dari Atrium kiri
  • Katub Atrioventrikuler (Mitral) menutup
  • Ventrikel kiri berkontraksi lalu darah dipompakan keseluruh tubuh melalui pembuluh Aorta 

FOTO RONTGEN THORAX DAN LETAK JANTUNG
Thorax dan Letak Jantung
 

KATUB JANTUNG

Katub Pulmonal dan Katub Aorta : Mempunyai struktur yang hampir sama yaitu mempunyai 3 lembar daun katub
Katub Mitral dan Katub Tricuspidal : Katub Mitral mempunyai 2 lembar daun katub dan katub Tricuspidal mempunyai 3 lembar daun katub

PEMBULUH DARAH KORONER

  • Right Coroner Artery (RCA)
  • Sino Atrial branch (SA branch)
  • Right Ventricle branch (RV branch)
  • Acute Marginalis branch
  • Right Descendens posterior
  • Atrio Ventricular Nodale branch (AV Nodale branch)
  • Left Coroner Artery (LCA)
  • Left Anterior Descendens (LAD)
  • Septale branch
  • Diagonal 1 branch
  • Diagonal 2 branch
  • nLeft Circumflexa (LCX)
  • Sino Atrial branch
  • Margo Obtusus branch
  • Postero lateral branch
  • Left Descendens posterior branch

ANATOMI ORGAN JANTUNG POTONGAN MEMANJANG
 Jantung potongan memanjang
 
MUSCULUS PAPILLARIS

Musculis Papillaris
 
APICAL FOUR CHAMBER VIEW
Apical Four Chamber View

Apical Four Chamber View

Apical Four Chamber View
INERVASI JANTUNG
  • Para-symphatis
  • N.Vagus mensyarafi Simpul SA di Atrium kanan dan simpul AV di basis septal antara Atrium kanan dan Atrium kiri
  • Perangsangan Parasymphatis mengeluarkan Acetylcholine bersifat memperlambat kontraksi otot jantung
  • Symphatis
  • Berasal dari N.Paravertebralis mensyarafi sebagain besar otot jantung ventrikel
  • Perangsangan Symphatis mengeluarkan nor-ephinephrine bersifat mempercepat kontraksi otot jantung
  • Syaraf mempengaruhi daya pompa Jantung
  • Mengubah frekwensi detak jantung
  • Mengubah kekuatan kontraksi otot jantung

PERSYARAFAN JANTUNG
  • Parasymphatis
  • N.Vagus
  • Symphatis
  • N.Paravertebralis
 

Persyarafan Jantung
 
SISTEM KONDUKSI
  • Saluran penghantar berada didalam Miokardium yg menjaga rangsangan yang sejalan dan terpadu dari kontraksi otot Jantung
  • Jaringan penghantar mempunyai sifat:
  • Otomatisasi: impuls yang spontan
  • Ritmisitasi: impuls yang teratur
  • Daya konduksi: kemampuan menyalurkan impuls
  • Daya rangsang: Kemampuan menanggapi stimulasi
  • Sehingga demikian otot2 jantung akan berkontraksi. 
 Sumber : Weblog Esa Unggul
 
Read More..

Jumat, 02 Oktober 2015

Sistem Saraf

SISTEM SARAF


TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM / TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
  • Mampu mengetahui dan memahami pembagian saraf manusia
  • Mampu mengetahui dan memahami bagian-bagian dari sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi
  • Mampu mengetahui dan memahami 12 pasang nervus cranialis beserta fungsinya
  • Mampu mengetahui dan memahami 31 pasang nervus spinalis beserta pleksus-pleksusnya PEMBAGIAN SISTEM SARAF
PEMBAGIAN SISTEM SARAF
  • SISTEM SARAF PUSAT
  • SISTEM SARAF TEPI / PERIFER
SISTEM SARAF PUSAT
  • SISTEM SARAF TEPI / PERIFER SISTEM SARAF PUSAT
  • OTAK
  • Otak Besar (Cerebrum) 
  • Otak Kecil (Cerebellum) 
  • Batang Otak (Mid Brain) 
  • Dienchepalon
  • Mesenchepalon
  • PONS
  • Medula Oblongata
MEDULA SPINALIS ( SUM-SUM TULANG BELAKANG ) SISTEM SARAF PERIFER 
  • Saraf somatic (sensoris, motorik)-->Pengatur otot sadar 
  • 12 nervus cranialis
  • 31 ps nrevus spinalis
  • susunan saraf otonom --> pengatur otot tak sadar spt jantung, hati, jalan pencernaan dll
  • Saraf simpatis
  • Saraf parasimpatis

SISTEM SARAF SOMATIS
12 Nervus Cranialis   I. Nervi Olfactorius
 II. Nervus Opticus
 III. Nervus Occulumotorius
 IV. Nervus Trochlearis
 V. Nervus Trigeminus
 VI. Nervus Abduscens
 VII. Nervus Fascialis
VIII. Nervus Vestibulocochlearis
 IX. Nervus Glosopharygeus
 X. Nervus Vagus
 XI. Nervus Assecoris
 XII. Nervus Hypoglosus

Nervi Spinal  

8 pasang Nervi Cervicalis
12 Pasang Nervi Thoracalis
 5 Pasang Nervi Lumbale
 5 pasang Nervi Sacralis
 1 pasang Nervus Coccygeus
 





PLEKSUS
Pleksus à jaringan yang disusun oleh beberapa level saraf spinalis

  • Pleksus cervicalis à C 1 – C 4
  • Pleksus Brachialis à C 4 – Th 1
  • Pleksus Lumbosacralis à L 1 – S 4



Sumber Weblog Esa Unggul
Read More..

Tubuh Manusia

Tubuh Manusia


SEL

  • Merupakan unit dasar dari MH
  • Tdd : dinding, protoplasma, inti, dan komponen lainnya.
  • Terjadi proses yang sangat kompleks di dlmnya.
  • Dlm inti sel terdapat DNA
  • Terjadi komunikasi antar sel
  • Dapat membelah diri

JARINGAN
Merupakan sekumpulan sel-sel yang serupa dalam bentuk, ukuran, dan fungsinya yg terikat menjadi satu.

Macam- Macam Jaringan :

  • Jaringan Penutup (epitel & endotel)
  • Jaringan Penunjang (Jar ikat, rawan, & tulang)
  • Jaringan Otot
  • Jaringan Syaraf
  • Jaringan Cairan

ORGAN
Sekumpulan bermacam jaringan yg menjadi satu dan mempunyai fungsi khusus.

Misalnya :

  • Jantung : Peredaran Darah
  • Paru-Paru : Proses Pernafasan
  • Hati : Proses Metabolisme
  • Dll
 
SISTEM KERANGKA & OTOT
  • Kerangka : Susunan berbagai tulang yang saling berhubungan
  • Otot : organ yang memungkinkan tubuh manusia dapat bergerak, pemeliharaan tbh, penghasil panas.
  • Jenis Otot :
  • Otot Kerangka (Skelet), tdd : FTF & STF
  • Otot Polos
  • Otot Jantung
  • Dalam bekerja :
  • Otot Antagonis (ex : Fleksor adlh antagonis dr Ekstensor
  • Otot Sinergis (ex : kerja otot bersamaan dalam melakukan suatu gerakan)
  • Kontraksi Otot : terjadi akibat adanya rangsangan, baik rangsang listrik, mekanik, thermis, kimia & listrik. Kerjanya atas perintah dari syaraf motorik 

TUBUH MANUSIA



JARINGAN OTOT SKELET



  • Otot rangka melekat pada tulang/fascia melalui tendon.
  • Otot tipe I (tonic) tipe II phasic.
  • Terbungkus oleh jar ikat.
  • Sebagai Stabilisator aktif dan pennggerak sendi.
  • Terdapat serabut saraf motoris dan sensosis, capilair.
PENAMPANG OTOT




 

SUSUNAN KIMIAWI OTOT
  • Jaringan otot tdd : 20 % protein, 75 % air, dan 5 % Mineral.
  • Zat penting lainnya :
  • FATP
  • FPC
  • FGlycogen
  • FActin
  • FMyosin
  • FMyoglobin, etc

KONTRAKSI OTOT

(Terjadinya Pemendekan Otot)

Ada 3 fase dalam kontraksi :

  • Fase Laten : fase diantara saat rangsang sampai otot mulai mengkerut.
  • Fase Kontraksi : fase dimana otot melakukan kerut.
  • Fase Relaksasi : kembalinya otot setelah mengkerut ke bentuk semula.
Jenis Kontraksi Otot :  
  • Isotonik : kontraksi dg tegangan yg sama dan panjang otot berubah-ubah. Ex. Berjalan, mengangkat benda yg bisa terangkat. 
  • Isometrik : kontraksi dengan bentuk otot tetap dan tegangan otot berubah-ubah. Ex. Mendorong tembok, aksi binaragawan. 
  • Isokinetik : kontraksi dengan kecepatan gerak sendi relatif sama. Ex. Menekan benda yg memakai “Shock Adsorber” spt pintu yang memakai alat peredam.






PROSES KONTRAKSI
  1. Otot berkontraksi butuh energi (menyebabkan Actin & Myosin dlm myofibril mendekat, sehinga serabut otot memendek)
  2. Energi diambil dari pemecahan ATP
  3. Membentuk ATP kembali melalui resintesa ADP + P dan energi utk sintesa ini melalui pemecahan PC
  4. Untuk membentuk PC kembali, melalui pemecahan glycogen
  5. Untuk pembentukan Glycogen kembali energinya diambil dari proses oksidasi Asam Laktat menjadi CO2 + H2O + Panas.
  6. Proses dengan Oksigen : Aerobik
  7. Proses Tanpa Oksigen : Anaerobik 
KELELAHAN
  • Setiap kontraksi otot terjadi Asam laktat.
  • Makin > intensitas kerja : As Laktat makin >.
  • Tingginya As Laktat : Cairan Tubuh Asam
  • Asamnya Cairan Tubuh Reaksi kimia tubuh macet.
  • Akhirnya terjadi kelelahan.
  • Solusinya : Oksigen dan istirahat.
Sumber Weblog Esa Unggul








Read More..

Rabu, 27 Mei 2015

Kunjungan Kerjasama Fakultas Fisioterapi Dengan Saint Louis College, Bangkok

Dalam rangka kunjungan kerjasama di bidang pendidikan antara Fakultas Fisioterapi Universitas Esa Unggul dengan Saint Louis College, Bangkok pada tanggal 27 Mei 2015 lalu, delegasi dari perguruan tinggi tersebut berkunjung ke Universitas Esa Unggul bertemu dengan Rektor UEU – Dr. Ir. Arief Kusuma AP, MBA dan jajaran pejabat Fakultas Fisioterapi UEU. Perwakilan yang dari perguruan tinggi di Thailand tersebut antara lain Asst.Prof.Pakavalee Poomsu-tat, Ph.D. Dean Faculty of Physical Therapy, Saint Louis College, Bangkok dan didampingi oleh Dr. AJ. Mantana, Ph.D, Mahidol University, Bangkok yang sebelumnya sudah melakukan kerjasama sejak tahun 2013 lalu dengan Fakultas Fisioterapi. Diharapkan ke depan kerjasama yang terjalin semakin baik dalam meningkatkan mutu dan kempetensi pendidikan di bidang Fisioterapi dan Kesehatan.

Read More..

Senin, 19 Januari 2015

Selamat! Mahasiswa Fisioterapi Universitas Esa Unggul Juara 1 Olimpiade Nasional Geriatric Dementia, Kompetisi Olimpiade Nasional Fisiotival 2015


Selamat kepada Tim Mahasiswa Fisioterapi Universitas Esa Unggul Juara 1 Olimpiade Nasional Geriatric Dementia pada 4 April 2015 lalu yang diadakan di Universitas Muhammdiyah Surakarta, Solo. Prestasi yang sangat luar biasa membanggakan dan untuk Dosen pembinanya yang juga luar biasa. Selamat atas keberhasilannya meraih Juara 1 dalam Kompetisi Olimpiade Nasional Fisiotival 2015. Mahasiswa Fisioterapi yang berhasil memenangkan kompetisi ini adalah Ratih Tiarasani, Devi Siswani, dan Orisa Elfath. UEU berhasil meraih Juara 1 yang mampu mengalahkan 13 Tim dari 7 Universitas di Indonesia.
Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran dengan fokus pada penuaan dini dan tatalaksana penyakit terkait usia lanjut. Proses menua mengakibatkan penurunan fungsi sistem organ seperti sistem sensorik, saraf pusat, pencernaan, kardiovaskular, dan sistem respirasi. Selain itu terjadi pula perubahan komposisi tubuh, yaitu penurunan massa otot, peningkatan massa dan sentralisasi lemak, serta peningkatan lemak intramuscular. Masalah yang sering dijumpai pada pasien geriatri adalah sindrom geriatri yang meliputi: imobilisasi, instabilitas, inkontinensia, insomnia, depresi, infeksi, defisiensi imun, gangguan pendengaran dan penglihatan, gangguan intelektual, kolon irritable, impecunity, dan impotensi. Dimasa yang akan datang diperlukan tempat rawat jalan terpadu dan perawatan kasus akut geriatri dirumah sakit di seluruh Indonesia. Program lainnya adalah nutrisi usia lanjut, tempat istirahat sementara, layanan psiko-geriatri dan dementia care, dukungan care giver, pencegahan penyakit kronis dan konseling, serta menyiapkan moda transportasi yang sesuai. Demensia merupakan suatu keruntuhan kemampuan intelektual yang progresif setelah mencapai pertumbuhan dan perkembangan tertinggi. Definisi lainnya mengatakan bahwa demensia merupakan suatu sindroma penurunan progresif kemampuan intelegensia yang menyebabkan kemunduran kognisi meliputi daya ingat dan pikir serta fungsional, sehingga mengakibatkan gangguan fungsi sosial, pekerjaan dan aktivitas harian.  Kejadian demensia bisa terjadi pada setiap usia, namun lebih sering pada usia lanjut yakni diatas 60 tahun.

Read More..

Selasa, 25 November 2014

Universitas Esa Unggul meraih Juara 1 Pemberdayaan Kampus Bersih Narkoba 2014 yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN)


Universitas Esa Unggul meraih Juara 1 Pemberdayaan Kampus Bersih Narkoba 2014  yang diikuti oleh 100 Perguruan tinggi terbaik baik PTN dan PTS Se-Jabodetabek yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia .
Puncak Acara Pengukuhan Pemenang Pemberdayaan Kampus Bersih Narkoba 2014 diadakan di Hotel Kartika Chandra Jakarta, pada hari  Selasa, 25 November 2014
Hadir dalam pembukaan acara pengukuhan  Pemberdayaan Kampus Bersih Narkoba 2014, Wakil Ketua DPR RI Bapak Fadli Zon, Menpora RI, Bapak Imam Nachrowi dan Kepala BNN Bapak Komjen Anang Iskandar.
Dalam acara pengukuhan ini hadir juga Para Rektor dan Pimpinan PTN dan PTS Sejabodetabek, Organisasi Penggiat Anti Narkoba dan para masyarakat dan para mahasiswa dari PTN dan PTS Sejabodetabek.
Universitas Esa Unggul diwakili oleh  Bapak Dr. Ir. Arief Kusuma AP, MBA selaku Rektor Universitas Esa Unggul, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Bapak Ari Pambudi S. Kom, M.Kom, Ka. Departemen Kemahasiswaan Bapak Idris Yatim dan Staff Dept. Kemahasiswaan serta para mahasiswa Universitas Esa Unggul yang ikut memeriahkan acara pengukuhan ini.
Daftar Pemenang Lomba Kampus Bersih Narkoba Tahun 2014
  1. Juara 1 – Universitas Esa Unggul
  2. Juara 2 – STIE PERBANAS
  3. Juara 3 -  Universitas Bhayangkara Jaya
  4. Harapan I – Universitas Krisnadwipayana
  5. Harapan II – Universitas Budi Luhur
  6. Harapan III – Unika Atmajaya
Universitas Esa Unggul Jakarta mempunyai komitmen yang kuat dan konsistensi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan kegiatan yang rutin dilakukan  seperti  tes urine untuk mahasiswa baru, pembentukan satgas gerakan anti narkoba yang terdiri dari mahasiswa dan karyawan Universitas Esa Unggul, penyuluhan anti narkoba, pelatihan dan training bagi satgas anti narkoba serta seminar dengan tema bahaya penyalahangunaan narkoba.
Ini merupakan sebuah bentuk kepedulian Universitas Esa Unggul untuk menciptakan generasi penerus bangsa  yang bebas dan bersih dari narkoba.
Informasi seputar kegiatan Gerakan Anti Narkoba:


Share
Read More..

Kamis, 05 Juni 2014

Seminar Physiotherapy: Life with Spinal Cord Injury, Is Not the End of the World


Dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya seorang individu memerlukan interaksi atau dengan kata lain memerlukan suatu hubungan sosial dengan masyarakat disekitarnya, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik dalam segi biologis, psikologis dan juga kebutuhan sosialnya. Berinteraksi berarti seorang individu harus berhubungan dengan manusia lainnya baik langsung maupun tidak langsung, jika secara langsung mereka akan saling bertemu satu sama lain. Pada aktifitas inilah seseorang individu dapat tertular penyakit yang diderita manusia lain, salah satunya adalah Tuberculosis. Jika tuberculosis ini menjangkit daerah tulang belakang maka akan mengakibatkan terjadinya spinal cord injury yang dapat mengakibatkan kelumpuhan.
Spinal cord injury adalah suatu kerusakan pada medulla spinalis akibat trauma atau non trauma yang akan menimbulkan gangguan pada sistem motorik, sistem sensorik dan vegetatif. Kelainan motorik yang timbul berupa kelumpuhan atau gangguan gerak dan fungsi otot-otot, gangguan sensorik berupa hilangnya sensasi pada area tertentu sesuai dengan area yang dipersyarafi oleh level vertebra yang terkena, serta gangguan sistem vegetatif berupa gangguan pada fungsi bladder, bowel dan juga adanya gangguan fungsi sexual.
Meskipun penyebab yang sering terjadi pada spinal cord injury ini adalah trauma seperti fraktur vertebra yang biasanya disebabkan karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, kecelakaan dalam olahraga, terbentur keras & kecelakaan dalam bekerja. Namun ada juga yang karena infeksi yang menyerang pada collumna vertebralis sehingga dapat merusak medulla spinalis.
Fisioterapi dapat berperan sejak fase awal terjadinya trauma sampai pada tahap rehabilitasi. Pada penderita SCI kerusakan yang terjadi pada medulla spinalis bersifat permanen, karena seperti yang kita ketahui bahwa setiap kerusakan pada sistem saraf maka tidak akan terjadi regenerasi dari sistem saraf tersebut dengan kata lain sistem tersebut akan tetap rusak walaupun ada regenerasi akan kecil sekali peluangnya. Berdasarkan hal tersebut maka intervensi yang diberikan oleh fisioterapi pun bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pasien dengan kemampuan yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Seminar Life with Spinal Cord Injury, Is Not the End of the World yang berlangsung pada 4 Juni 2014 lalu Kampus Esa Unggul dengan 4 (empat) orang narasumber di antaranya dr. Luthfi Gatam, Sp.OTk (Spine) seorang ahli orthopedi yang berbicara tentang cara-cara pengobatan terkini dalam review of anatomy physiology, Sugijanto, Dipl.PT, S.Ft, M.Kes (Dekan dan Physiotherapist), M.Irfan SKM, S.Ft, M.Fis (Dosen dan Physiotherapist), Sulis Mariyanti, Dra, M.Psi.Psi (Dekan F.Psikologi dan Psikolog), sedangkan sebagai moderator Syahmirza Indra Lesmana, SKM, S.FT, M.Or.
Acara yang dibuka oleh Dekan Fakultas Fisioterapi Sugijanto, Dipl.PT, S.Ft, M.Kes mengatakan dalam ilmu Fisioterapi diperlukan memberikan pendalaman yang sistimatis agar Ilmu Fisioterapi dapat menjadi rujukan ilmu kedokteran yang dapat dibanggakan, katanya.
Sementara itu M. Irfan lebih fokus berbicara mengenai efek epidemiology berdasar data kecelakaan bermotor, jatuh, kejahatan / kekerasan yang cukup tinggi intensitasnya di masyarakat sampai menembus angka 22% di usia produktif antara 34th hampir menembus angka 100.000 kasus pertahun, katanya.
Sementara Sulis Mariyati memberi gambaran penanganan psikologis, penderita gangguan fisik akibat Spinal Cold Injury. Terutama gangguan motorik hingga muncul kelumpuhan, gangguan gerak, fungsi otot dan gangguan sensorik dan gangguan fungsi sexual.
Spinal cord injury merupakan salah satu kasus yang cukup besar menimpa masyarakat kota pada masa sekarang ini. Apabila kasus ini tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup seseorang atau bahkan kematian. Seseorang yang mengalami spinal cord injury seringkali mengalami ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bekerja, bersosialisasi, dan kehilangan rasa percaya diri yang semuanya itu jika tidak diatasi dapat membawa penderita tersebut mengalami masalah yang lebih besar lagi yang menurunkan kualitas hidupnya, juga dapat berakibat kepada keluarga, serta orang-orang disekitarnya.
Peran fisioterapis menurut KepMenKes 1363 Pasal 1 ayat 2 adalah “Bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan ( fisik, elektroterapeutis dan mekanis ), pelatihan fungsi, komunikasi “.
Fisioterapi sebagai salah satu pemberi pelayanan kesehatan dapat memberikan sumbangan ilmu dan kemampunnya dalam meningkatkan kualitas hidup penderita spinal cord injury. Hal ini dapat dilakukan karena bidang kajian pelayanan fisioterapi dan masalah yang ditangani fisioterapi dalam praktek sehari-hari adalah masalah atau gangguan gerak dan fungsi. Seperti kita ketahui bersama bahwa masalah penurunan kualitas hidup penderita spinal cord injury ini lebih banyak diakibatkan karena ketidakmampuan untuk bergerak dan berfungsi baik secara organ dan sistem dalam memenuhi tugas dan kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, keluarga, tempat kerja, dan lingkungan sosialnya. Dalam hal ini fisioterapi jelas sangat diperlukan untuk memberikan latihan-latihan, edukasi, baik kepada pasien maupun keluarganya untuk membantu pasien dalam mengatasi gangguan gerak dan fungsi yang diakibatkan spinal cord injury tersebut. (Is.A/Est)

Read More..

Realted Posts